# # # # # # # # # # # # #

New Books Release

sistem_teologi Cover_Buku_Peniel belajar
Rp 60.000,- Rp 40.000,- Rp 65.000,-
gereja Toraja Cover_Pengantar_Konseling
Rp 55.000,- Rp 40.000,- Rp 45.000,-

dr_daniel_ronda

Andrew_Brake_Books PW1
Rp 40.000,- Rp 100.000,-

Rp 40.000,-
Selamat Datang di Website Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar

Dari Meja Ketua

Sambutan Natal 2012

Allah telah Mengasihi Kita

     Tema Natal PGI dan KWI tahun 2012 ini adalah Allah telah mengasihi kita (bdk. I Yoh 4:19). Tema ini terambil dari Surat Rasul Yohanes, sebagai seorang murid yang dikasihi. Yohanes dikenal sebagai seorang rasul kasih, yang menjadikan tema kasih sebagai pola hidup komunitas berjemaat. Nuansa surat Injil dan surat lainnya sarat dengan pewahyuan kasih. Bagi Rasul Yohanes, komunitas saling mengasihi (beloved community) adalah hasil perjalanan panjangnya bersama Yesus baik secara nyata di mana dia hidup secara fisik dekat dengan Yesus, maupun kemudian merasakan kasih penyertaan sepanjang layanan kerasulannya setelah Yesus naik ke surga. Di dalam suratnya ia menuliskan wahyu Allah yang jika dirangkumkan sebagai berikut:

      Pertama, Allah adalah kasih (1 Yoh 4:8). Di sini Tuhan secara kekal dinyatakan adalah kasih. Kasih adalah awal dan puncak dari seluruh kepenuhan Allah. Rasul Paulus pun dalam 1 Kor 13 menyatakan bahwa semua nubuat, bahasa Roh, pengetahuan akan berakhir dan lenyap, namun kasih tidak berkesudahan. Bahkan yang terbesar dari semuanya adalah kasih.

     Kedua, namun pada sisi lain ada fakta nyata bahwa manusia itu berdosa sehingga keadilan Allah harus ditegakkan. Laksana koruptor yang harus mendapatkan ganjaran, demikianlah seorang berdosa harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Di sinilah kasih Allah dinyatakan, di mana Dia mengutus Yesus menjadi pendamaian bagi dosa-dosa kita (1 Yoh 4:10). Di sinilah keadilan dan kasih bercium-ciuman di mana Yesus mengambil alih hukuman itu yang seharusnya ditimpakan kepada kita.

     Ketiga, pembicaraan tentang kasih tidak akan ada gunanya tanpa praktika. Maka rasul Yohanes menyatakan bahwa tanda seorang yang sudah mengalami kasih dan mengenal kasih adalah hidup saling mengasihi (I Yoh 4:7, 11, 20). Kasih adalah tanda bahwa Yesus memang hidup di dalam seseorang. Maka ada perintah baru yaitu supaya komunitas orang percaya hidup saling mengasihi lewat mewartakan keadilan dan kebenaran, lewat memelihara lingkungan alam semesta ini, lewat dukungan materi secara nyata kepada yang membutuhkan yaitu janda dan anak yatim piatu dan dukungan yang nyata lainnya. Hanya dengan demikian maka orang tahu kita adalah murid Yesus (Yoh 13:34-35).

     Akhirnya, pada kesempatan ini kami keluarga besar STT Jaffray mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak/Ibu/Saudara yang telah mendukung STT Jaffray sehingga mampu melewati tahun 2012 ini. Dukunglah program kami yaitu pembangunan asrama putra dan ruang serba guna yang menelan biaya 2,7 Milyar rupiah. Juga di bidang akademik ada program Doktoral yang telah dibuka pada tahun ini. Kiranya Tuhan melimpahkan segala yang baik dalam kehidupan kita semua. Di bulan Desember ini pula, segenap civitas akademika STT Jaffray menyampaikan ucapan Selamat Hari Natal dan Selamat Tahun Baru 2013. Tuhan memberkati kita semua.

nATAL1

 

LAPORAN KETUA SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA JAFFRAY PADA WISUDA SARJANA TAHUN 2012

LAPORAN KETUA SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA JAFFRAY

PADA WISUDA SARJANA TAHUN 2012

 

Kepada Yth.

Bapak Koordinator Kopertis Wilayah IX yang dalam hal ini diwakili Prof. Dr. ---------

Bapak Kabid Bimas Kristen Kemenag Prov. Sulsel

Ketua Umum GKII dan BPH di Jakarta

Ketua Yayasan Pendidikan Jaffray dan Anggota

Para donatur dari lembaga gereja maupun individu-individu

Para pimpinan lembaga dan gereja yang ada di kota Makassar

Para wisudawan/I yang berbahagia bersama orang tua wali dari berbagai tempat

Serta hadirin yang kami hormati

 

Selamat pagi dan Salam sejahtera bagi kita semua,

Puji dan syukur kami naikkan kepada Tuhan kita Yesus Kristus karena pada hari ini kita dapat mengadakan kembali di tahun 2012 mewisuda sarjana yang ke 38 dan pascasarjana ke 24. Rangkaian wisuda kali ini lebih meriah karena pada tanggal 11-13 September yang lalu, kami merayakan Dies Natalis yiatu ulang tahun STTJ ke 80. Acara ini diisi dengan Reuni Akbar ke-2 yang dihadiri kurang lebih 500 alumni dari berbagai penjuru di Indonesia, Malaysia dan Kamboja, Australia dan Belanda dan juga mantan dosen yang hadir Janet Kuhns Howard (Amerika) dan Bapak Geoff dan Ibu Dee Bennett. Acara kali ini diisi dengan workshop, seminar, malam kenangan dan telah memilih juga Ketua Ikatan Alumni yang baru yaitu dr. Simon Tarigan, M.Th.

 

Hari ini adalah hari istimewa karena jumlah wisudawan meningkat . Adapun jumlah wisudawan tahun ini adalah sebanyak 128 orang yang terdiri dari 70 program S2 dan 58 program S1.

 

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkan kami melaporkan secara garis besar perkembangan STT Jaffray selama kurun waktu satu tahun ini sehingga dapat diketahui oleh para hadirin sebagai bagian pertanggungjawaban kami kepada masyarakat pengguna (stake holder) yaitu gereja dan masyarakat.

 

I. Bidang Pendidikan

 

Bidang Akademik

 

  1. Jumlah keseluruhan mahasiswa tahun ini sebanyak 468 orang dengan jumlah MABA tahun ajaran 2009/2010 dengan perincian sebagai berikut:

PROGRAM S1

  1. a) MABA         :  74 orang
  2. b) Mahasiswa  : 366 orang

 

PROGRAM S2 

  1. a) MABA         :  14 orang
  2. b) Mahasiswa  : 102 orang

 

  1. Asal mahasiswa umumnya berasal dari Indonesia Timur (Sulawesi, Kaltim, Papua, Maluku, NTT) di mana asal gereja mahasiswa bersifat interdenominasi. Ada 38 denominasi gereja asal mahasiswa.

 

Pengembangan Sumber Daya Manusia

  1. Ada 3 dosen yang terpilih menjadi asesor BAN PT yaitu saya sendiri, Pdt. Dr. Peniel Maiaweng dan Pdt Dr. Ivan Wesimann.

  2. Dosen yang menyelesaikan ujian negara disertasi D.Th.: Pdt. Jermia Djadi, Pdt. Peniel Maiaweng dan saya sendiri di STT Jaffray Jakarta.

  3.Dosen yang menyelesaikan pendidikan yaitu Elisabeth Selfina Ronda, Pdt. Buce Zeth Tuhumury dan dr. Simon Tarigan.

  4.Karyawan yang sudah menyelesaikan studi S1 adalah Hendrik Sello.

  5.Tahun ajaran 2012/13 kami akan mendapat dosen baru yaitu:

     a. Pdt. Keum Dae Hyun dan Ibu Dari Korea

     b. Ms Kara Gruber (USA) sebagai dosen bahasa Inggris.

 

II. Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat

  1. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat tahun ini dilakukan di Ambon, Kutai Barat-Kaltim, Alor-NTT, Sumba Timur-NTT, Palopo dan Mamuju-Sulbar.
  2. Kegiatan pelayanan meliputi KKR, seminar, pelayanan anak dan kesehatan gratis.
  3. Biaya yang dihabiskan untuk kegiatan ini adalah Rp. 120 juta ditambah dukungan dari gereja lokasi yang dilayani.

 

III. Bidang Penelitian

  1. Penelitian yang kami lakukan tahun ini adalah sebanyak 15 penelitian yang dilakukan oleh 10 orang dosen.
  2. Ada 2 penelitian oleh 2 orang dosen yang mendapat bantuan dari Kemenag RI Jakarta masing-masing sebesar 40 juta rupiah.
  3. Kami mengharapkan lebih banyak penelitian yang dilakukan dosen yang mendapat hibah penelitian.

 

IV. Pembangunan Sarana dan Prasarana

  1. Bulan Juli 2012 kami sudah melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama putra (4 lantai) dan gedung serba guna. Biaya bangunan diperkirakan 2,7 milyar rupiah. Mohon dukungan doa kita semua.
  2. Ada juga pembenahan-pembenahan kecil yang dilakukan di seluruh ruang perkuliahan dan juga pengadaan LCD di hampir semua ruang kuliah.

     

V. Kerjasama tahun 2012

    Kemenag RI juga telah mempercayakan STT Jaffray menjadi mitra dalam pelaksanaan sertifikasi pengawas guru PAK untuk tahun 2012 yang  akan diadakan bulan Oktober 2012.

Demikian garis besar laporan kami untuk tahun ini. Dan kami berharap dukungan doa untuk program yang telah disusun ke depan. Karena tanpa dukungan stake holder, maka rencana tidak akan terwujud.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Ketua Yayasan Pendidikan Jaffray bersama anggota yang telah mendukung secara riil pengembangan STT Jaffray. Adalah suatu kegembiraan ternyata kerjasama yang terjalin sangat baik dan erat. Ini adalah masa jabatan kedua bagi kami di STT Jaffray dan Yayasan yang telah terpilih dalam Rakernas GKII di Sintang-Kalbar. Mohon dukungan doa untuk kepemimpinan yang masih berlangsung selam 4 tahun ke depan.

Terima kasih kepada fihak GKII, fihak pemerintah, dalam hal ini fihak Kemenag dan Kopertis Wilayah IX. Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada Prof Dr. yang datang mewakili Bapak Koordinator Kopertis Wilayah IX.

Terima kasih kami kepada orang tua yang telah memercayakan anak-anaknya untuk dididik di sekolah ini. Kami berharap bahwa harapan Bapak Ibu terwujud dalam diri anak-anak bapak/ibu yaitu menjadi hamba Tuhan yang berhasil dan diberkati dalam bidang panggilannya masing-masing.

Akhirnya, kami mengucapkan selamat kepada wisudawan yang telah berhasil mencapai kesarjanaannya. Kesarjanaan ini unik, karena bukan hanya menuntut kompetensi atau keahlian, namun harus memiliki karakter yang seperti Tuhan Yesus Kristus. Oleh sebab itu pertahankan prinsip integritas, jauhkan dari sikap koruptif, kembangkan diri selalu, serta hidup dalam kerendahan hati. Jangan pernah menyerah: Setia sampai mati. Selamat Jalan wisudawan.

Demikianlah laporan kami pada pagi ini. Tuhan memberkati kita semua.

 

 

Makassar, 15 September 2012.

Ketua,

 

 

 

Pdt. Dr. Daniel Ronda, Th.M.

 

 

 

 

AKREDITASI, BAN PT, DAN ASESOR

Sebagaimana sudah kita ketahui bersama bahwa pemerintah telah menetapkan bahwa 16 Mei 2012 adalah batas akhir bagi perguruan tinggi termasuk perguruan tinggi teologi/PAK (PTT/AK) di Indonesia untuk terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) sebagai satu-satunya lembaga akreditasi yang sah. Setelah itu tidak lagi dizinkan perguruan tinggi yang tidak terakreditasi mengeluarkan ijazah. Bagi PT yang tidak terakreditasi maka diharapkan PT tersebut harus merger atau bergabung dengan PT yang prodinya sudah terakreditasi. Ini tentu akan menjadi tantangan bagi PTT/AK yang ternyata sebagian besar belum terakreditasi. Mungkin ada yang merasa tidak perlu karena alumninya masuk gereja, namun karena kita berada di negara Indonesia di mana perlunya perlindungan hak-hak mahasiswa mendapatkan ijazah yang diakui setara di seluruh Indonesia maka akreditasi merupakan kewajiban yang tidak bisa dilalaikan.
Syukur kepada Tuhan karena STT Jaffray sudah terakreditasi BAN PT sejak 1999. Sebagai lembaga perguruan tinggi yang memiliki komitmen memberikan pendidikan yang terbaik, maka mutu adalah hal utama dalam menjalankan sekolah ini. Dan terlebih dari itu, ada 4 (empat) dosen STT Jaffray terpilih menjadi asesor BAN PT lewat proses seleksi yang diadakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ini pada tanggal 15-17 Maret lalu di Puncak, Bogor. Keempat dosen yang lulus untuk menjadi asesor akan bertugas melakukan asesmen dan membantu pemerintah menjalankan tugas akreditasi ke PTT/AK yang ada di Indonesia. Ini sekaligus menjadi tantangan bagi STTJ yang akan kembali diakreditasi tahun 2013 untuk yang keempat kalinya. Dengan terpilihnya 4 orang dosen menjadi asesor BAN PT, maka STTJ bertekad mendapat nilai unggul dan kami berencana mendapatkan akreditasi untuk program S2 di tahun 2012 ini.
Pada kesempatan ini kami juga menghimbau pemimpin-pemimpin gereja untuk mempromosikan sekolah kepada generasi muda gereja ke sekolah teologi yang sudah terakreditasi. Generasi muda yang terpanggil seharusnya mendapatkan pendidikan yang bermutu dan benar. Jangan sampai generasi muda mendapatkan kesulitan dalam pengakuan ijazah di kemudian hari. Walaupun sebagian besar penamat menjadi gembala di gereja, namun pengalaman menunjukkan ternyata ijazah yang diakui negara seringkali diperlukan penamat, misalnya jika harus berhubungan dengan pelayanan yang bersentuhan dengan urusan pemerintah. Adalah bijak memilih perguruan tinggi teologi yang jelas statusnya dan bermutu pendidikannya.

 

GEMBALA YANG DIRINDUKAN JEMAATNYA

      Hari-hari ini saya sering mendapatkan masukan dari para sahabat saya yang adalah anggota jemaat di mana mereka mengeluhkan gembalanya.  Jemaat umumnya kecewa dengan perilaku gembala yang tidak menunjukkan sebagai pemimpin rohani, otoriter, malas melakukan perkunjungan, kehadiran jemaat menurun, menciptakan konflik, tidak jujur, dan tidak konsisten antara kata dan tindakan. Mengapa ini bisa terjadi? Di mana letak kesalahannya?
      Jujur mau dikatakan masalah ini kompleks dan kesalahan terletak pada dua sisi. Pada satu sisi jemaat punya ekspektasi yang berlebihan dan mencari sosok sempurna dari gembala. Mereka mau gembala yang pintar berkotbah, rajin pembesukan, jago manajemen gereja, keluarganya menopang, rendah hati, ramah dan lembut terhadap jemaat, tidak pilih kasih antara kaya dan miskin, juga mau  terima apa adanya termasuk gaji seadanya. Figur sempurna seperti ini mungkin ada, namun pasti ada kekurangannya. Untuk itu jemaat dan pengurus gereja harus diingatkan bahwa mencari gembala bukan sedang mencari Tuhan. Mencari gembala berarti menemukan sosok gembala yang terpanggil, integritas dan karakter yang dewasa, namun jemaat dan pengurus mau menerima gembala apa adanya. Kemungkinan ada saja kelemahan gembala seperti kurang pandai berkotbah, ada kendala dalam bersosialisasi, dan sebagainya. Sepanjang itu masalah bukan prinsip, jemaat dan pengurus hendaknya berkomitmen untuk menolong kekurangan itu. Gembala hadir menjadi pemimpin rohani dan bukan pemimpin perusahaan. Tanggung jawab gereja ada di pundak jemaat itu sendiri. Hendaknya jemaat tidak suka membandingkan gembalanya dengan gembala gereja tetangga. Mereka pun pasti ada kelemahannya.
      Namun pada sisi lain, ada juga gembala sendiri adalah sumber masalahnya. Sang gembala tidak punya hati gembala, dan tidak mau belajar seperti Yesus. Orientasi si gembala hanya kepada keuntungan materi dan atau lebih kepada rasa aman dan nyaman karena ada pekerjaan. Jadi posisi gembala dilihat sebagai pekerjaan. Yang utama adalah tidak memiliki spirit menjadi gembala, selalu merasa terancam dengan orang lain sehingga menjadi otoriter dan cenderung diktator. Orang seperti ini akan susah berhubungan dengan orang lain karena perasaan minder. Justru untuk menutupi kelemahannya, orang seperti ini menjadi sombong atau lebih tepatnya menyombongkan diri. Belum lagi keluarga (baca istri) yang tidak menunjang pelayanan. Filosofi pelayanan rohani tidak difahami sang istri sehingga istri menuntut dilayani dan bukan melayani. Prinsipnya istri pun tidak mengerti apa itu menjadi istri gembala dan pada akhirnya ibu gembala menjadi frustrasi, sang gembala pun bingung (memang perlu topik khusus soal istri gembala). Ujungnya, jemaat pun frustrasi lihat sikap istri gembala dan ini menjadi sebuh lingkaran permasalahan yang kalau tidak diselesaikan akan berakhir konflik.
      Penyelesaiannya tidak mudah dan analisis penyelesaian beragam. Namun kita perlu menyelesaikannya satu persatu. Maka sepatutnya kita perlu belajar melihat bagaimana gembala yang sukses menggembalakan jemaat. Salah satu gembala yang perlu kita teladani adalah Pdt Dr. Byoung Sam Kim dari gereja Manna di dekat kota Seoul, Korea. Dia pun ingin mencari tahu apa sebenarnya yang dicari jemaat tentang gembalanya? Dia menemukan rahasia pelayanan yang diberkati adalah gembala yang punya etika yang baik (an ethical leader) dan gembala yang rohani (spiritual leader). Inilah gembala yang dirindukan jemaatnya. Dia mengembangkan kerohanian dirinya sebagai hal utama. Fokus utamanya adalah berdoa, berpuasa dan pendalaman Firman. Kerja keras bukan fokus energi kepada hal-hal administrasi dan pembangunan fisik belaka. Tapi ia menjadikan dirinya pemimpin rohani. Ia selalu berdoa dan berpuasa sepanjang minggu bila hendak berkotbah. Hasilnya nyata, di mana gereja mengalami pertumbuhan. Kebaktian doa paginya dihadiri kurang lebih 4000 orang, dan jumlah kehadiran jemaat pun menjadi dua kali lipat secara kontinu dari tahun ke tahun.
      Bagi Pdt Byoung, kerja keras seorang gembala terletak dalam perjuangannya menjadi pemimpin rohani yang dirindukan jemaatnya. Saya yakin ini akan menjawab banyak pergumulan gembala, di mana kita harus bertanya pada diri sebagai gembala: apakah kita sudah berdoa dan berpuasa minggu ini? Apakah kita bergairah dengan melakukan studi Firman Tuhan setiap hari? Apakah ada kerinduan untuk mengembangkan ibadah doa dengan lebih baik? Apakah kita sedang memiliki kehidupan doa yang baik serta mendoakan jemaat dengan kontinu?
      Sumber tentang kesaksian Rev. Byoung Sam Kim diambil dari: “The Spirituality of Leadership” oleh Byoung Sam Kim, dari Leading Ideas, 16 Februari 2011.

 

Page 9 of 10

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
  

Alamat Sekolah

Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray Makassar
Jl. G. Merapi 103 Makassar, 90114
Sulawesi Selatan, Indonesia
Email: sttjaffray@yahoo.com
Telp. 0411-3624129
Fax. 0411-3629549

Kontak Pascasarjana:
Email: pascasarjana.sttj@ymail.com
Telp/Fax. 0411-3619757

Copyright © 2012 Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. All Rights Reserved