# # # # # # # # # # # # #

New Books Release

sistem_teologi Cover_Buku_Peniel belajar
Rp 60.000,- Rp 40.000,- Rp 65.000,-
gereja Toraja Cover_Pengantar_Konseling
Rp 55.000,- Rp 40.000,- Rp 45.000,-

dr_daniel_ronda

Andrew_Brake_Books PW1
Rp 40.000,- Rp 100.000,-

Rp 40.000,-
Selamat Datang di Website Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar

Dari Meja Ketua

Kata Sambutan Ketua Umum GKII

KATA SAMBUTAN

KETUA UMUM

GEREJA KEMAH INIJIL INDONESIA

PADA

PERINGATAN HARI ULANG TAHUN GEREJA KEMAH INJIL INDONESIA KE 86 (1928-2014)

10 FEBRUARI 2014

 

 

Yang kami kasihi,

SELURUH KELUARGA BESAR

GEREJA KEMAH INJIL INDONESIA

yang sedang mengabdikan diri bagi Tuhan baik di kota besar maupun di daerah terpencil di seluruh Indonesia, tanah air tercinta.

 

Patutlah kita sekalian mengucap syukur ke hadirat Tuhan Yesus Kristus Sang Kepala Gereja, atas berkat dan kasih-Nya kepada kita Gereja Kemah Injil Indonesia hari ini dapat memperingati Ulang Tahunnya yang ke-86.

Dari benih awal yang sangat kecil, 86 tahun yang silam Dr. R. A. Jaffray dipakai Tuhan memenangkan jiwa pertama di negeri ini, tepatnya di Kalimantan Timur. Tanggal pemenangan jiwa ini kemudian disepakati sebagai awal mula lahirnya Gereja Kemah Injil Indonesia. Pekerjaan Tuhan terus berkembang hingga kini dengan cara yang sangat menakjubkan.

 

         Kini Gereja Kemah Injil Indonesia telah merambah dan melayani Tuhan dalam 27 Provinsi, dari Sumatera Utara sampai Arso-Papua, dari pulau-pulau kecil di ujung Utara Sangir Talaud sampai Pulau Rote diujung Selatan negeri ini.

Tuhan telah memakai Gereja Kemah Injil Indonesia untuk melayani bangsa Indonesia di daerah perkotaan, suku-suku terabaikan, bahkan menjangkau mereka yang menjadi tenaga kerja di negeri lain. Ini semua terjadi karena campur tangan dan kesetian Tuhan serta loyalitas semua pelayan Tuhan yang telah membaktikan diri sepenuhnya bagi Tuhan.

        Itu sebabnya pada peringatan Hari Ulang Tahun yang ke- 86 ini kita mengangkat tema dengan penuh kerendahan hati mengakui sepenuhnya kesetian Yesus Kristus kepada gerejaNya; dalam hal ini Gereja Kemah Injil Indonesia. Temanya adalah:   “HANYA YESUS !” Roma 11:36 : “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.”

 

Apabila kita mendapati jumlah anggota Gereja Kemah Injil Indonesia seperti hari ini, menjangkau daerah pelayanan yang luas, memiliki tenaga pelayan dengan komitmen tinggi seperti sekarang ini, semuanya adalah dari YESUS oleh YESUS dan kemuliaan hanya bagi YESUS, sebagaimana terukir kental dalam lambang kita Injil Empat Berganda yang menjunjung tinggi supremasi Yesus Juruselamat, Pengudus, Tabib dan Raja yang akan datang.

 

Jangan pernah melupakan cita-cita awal pendidiran Gereja Kemah Injil Indonesia yaitu   tetap mengandalkan Yesus dalam keadaan apa pun.

Tiga pilar penting yang membuat pelayanan Gereja Kemah Injil Indonesia masih kokoh hingga saat ini adalah mengandalkan Yesus dalam PENERBITAN, PENDIDIKAN DAN GEREJA .

 

     Usia 86 tahun adalah usia yang cukup panjang.   Tidak dapat dipungkiri bahwa Gereja Kemah Injil Indonesia telah diuji dari luar dan dari dalam, namun tetap kokoh karena keyakinan dan komitmen bersama untuk menghidupi dan mengembangkan pelayanan ini dengan karakteristik yang khas dan saling menopang secara sinergis yaitu bidang PENERBITAN, PENDIDIKAN dan GEREJA. Inilah DNA Gereja Kemah Injil Indonesia.

     Kiranya setiap anggota jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia tetap menjaga kesatuan, karena kebersatuan ini akan membuat kita semakin kokoh dan kuat untuk mengembang ke dalam dan ke luar. Dan dalam HUT GKII kali ini kita kami menghimbau seluruh jemaat untuk kita bersama menghimpun dana lewat persembahan khusus dalam jemaat yang kita peruntukan bagi renovasi bangunan Jaffray di Malino, Sulsel. Hasil persembahan tsb. kiranya dapat dikirim lewat rekening GKII Pusat.

 

       Dan sehubungan dengan akan diselenggarakannya pesta demokrasi 5 tahunan, yaitu PEMILIHAN UMUM tepatnya pada 9 April 2014, maka jemaat diminta, agar kita mendoakan momentum penting ini dengan tekun dan kepada semua anggota jemaat yang berhak memilih, kiranya menggunakan hak pilihnya dengan baik dan bertanggung jawab.

        

         Jangan lupa juga agar seluruh jemaat akan, tetap dukung dengan doa rencana penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional Gereja Kemah Injil Indonesia ke IV di Malinau Kaltara, dari tgl 28 April hingga 2 Mei 2014 kiranya semua dapat berjalan dengan baik oleh pimpinan dan pertolongan Tuhan.

 

     Demikianlah kata sambutan kami, kiranya dengan HUT GKII ke 86 ini setiap jemaat sebagai anggota Gereja Kemah Injil Indonesia, akan makin solid dan bertanggung jawab dalam menjawab tanggung jawab kita bagi Gereja dan masyarakat demi kemuliaan bagi Tuhan.

Kiranya Tuhan Yesus memberkati dan selamat berulang tahun.

 

Jakarta, 10 Februari 2014

Gereja Kemah Injil Indonesia

Ketua Umum

 

 

 

Pdt Paul Paksoal, MDiv

 

 

 

 

 

Mitos Masuk Sekolah Teologi

Mitos Masuk Sekolah Teologi

Keputusan masuk sekolah teologi tentunya harus berdasarkan panggilan Tuhan. Walaupun demikian tidak sedikit mahasiswa yang masuk ke sekolah teologi bukan karena panggilan, tapi lebih karena faktor-faktor eksternal lainnya seperti desakan orang tua, ajakan teman atau bahkan menjadikan pelarian. Berdasarkan pengalaman saya melayani di sekolah teologi sejak tahun 1994, maka saya mencoba membuat identifikasi tentang mitos orang masuk ke sekolah teologi.

1. Masuk sekolah teologi supaya jadi orang baik

Tidak sedikit ada anak yang disuruh masuk sekolah teologi oleh orang tuanya karena anaknya memiliki latar belakang yang tidak baik. Ada yang kena narkoba, masalah keluarga, masalah kejiwaan, nakal dan suka memberontak. Lalu orang tua berpikir bahwa lebih baik masukkan di sekolah teologi supaya jadi baik. Ini mitos, karena sekolah teologi itu bukan bengkel dan tempat rehabilitasi. Sekolah teologi adalah tempat perjuangan, di mana mereka justru memasuki peperangan rohani. Tidak layak orang masuk ke sekolah teologi tanpa kesiapan berjuang dalam peperangan rohani. Itu sebabnya mahasiswa diperhadapkan dengan disiplin rohani, terlibat dalam pelayanan dan melaksanakan tugas belajar yang berat serta harus mampu mengatasi banyaknya godaan dan tantangan yang harus mereka lewati. Karenanya, tidak layak orang masuk ke sekolah teologi untuk rehabilitasi.

2. Masuk sekolah teologi karena sekolah teologi tempat yang suci

Sekolah teologi itu dianggap tempat suci dan steril dari dosa. Ini mitos, karena di mana ada perjuangan dan peperangan rohani maka pasti kuasa kegelapan berusaha menghancurkan kita, termasuk di dalamnya sekolah teologi. Itu sebabnya di sekolah teologi bisa terjadi keberdosaan karena memang iblis mau menghancurkan sekolah teologi. Maka apa saja yang terjadi di dunia terjadi juga di sekolah teologi. Misalnya ada pencurian, ada kenajisan, ada konflik dan seterusnya. Yang membedakan dunia dengan sekolah teologi adalah sekolah teologi memiliki peraturan dan disiplin yang tegas untuk mereka yang melakukan kesalahan, yang tentunya disertai dengan bimbingan dan disiplin. Jadi tidak mungkin sekolah teologi bebas dari dosa.

3. Masuk sekolah teologi tidak punya masa depan dan miskin

Kalau masuk sekolah teologi maka masa depan akan suram karena menjadi gembala pasti akan miskin dan tidak ada harapan. Ini juga mitos, karena hamba Tuhan memang harus siap menderita tapi tidak harus dibuat menderita. Dia tidak harus miskin dan tentunya bukan juga mengejar kemewahan hidup (luxury lifestyle). Tidak sedikit hamba Tuhan diberkati karena setia kepada panggilannya dan rajin melaksanakan tugas pengabdiannya. Menjadi Hamba Tuhan memang tidak bertujuan mengejar kekayaan tetapi harta benda adalah salah satu berkat pelayanan dari banyaknya berkat yang dicurahkan kepada mereka yang setia melayani.

4. Masuk sekolah teologi tidak bisa bekerja di luar gereja

Kalau masuk sekolah teologi, maka akan jadi pendeta. Kalau jadi guru atau PNS maka itu dosa. Ini juga mitos, karena ketika masuk sekolah teologi tidak bertujuan untuk hanya menjadi pendeta jemaat. Masuk sekolah teologi dipersiapkan untuk berbagai bidang pelayanan sesuai dengan panggilan Tuhan. Ada yang bersiap menjadi guru, PNS, bekerja di lembaga atau yayasan pelayanan lainnya. Bahkan tidak sedikit yang masuk sekolah teologi untuk masuk ke dalam dunia market place atau dunia bisnis yaitu melayani dan bersaksi di tempat orang itu berusaha atau bekerja.

Menjadi hamba Tuhan itu panggilan yang indah dan mulia serta penuh berkat. Memang ada harga yang harus dibayar sebagai hamba Tuhan. Namun janganlah kita terus mengembangkan mitos ini dan biarkan jemaat terbuka matanya memahami apa itu sekolah teologi secara benar dan mendukung pelayanan sekolah teologi dalam doa dan dana.

 

Merry Christmas 2013 and Happy New Year 2014

SEGENAP CIVITAS AKADEMIKA SEKOLAH TINGGI THEOLOGIA JAFFRAY

MENGUCAPKAN

SELAMAT NATAL 25 DESEMBER 2013

&

TAHUN BARU 2014

Covernatal-0011isinatal-0011

 

Selamat Natal 2013 dan Tahun Baru 2014

Selamat Natal 2013 dan Tahun Baru 2014

 

Tahun 2013 tidak lama lagi akan berlalu dan bersiap memasuki tahun 2014. Bila tahun ini kita diperhadapkan dengan berbagai tantangan, maka tahun depan pun tantangan tidak kalah hebatnya di mana situasi politik yang memanas membuat kita waspada dan selalu berdoa Tuhan menjaga negeri dan bangsa kita ini.

Bagi STT Jaffray, tahun 2013 kami sebut tahun kesyukuran di mana kami bisa menyaksikan selalu penyertaan-Nya di dalam kehidupan kampus. Ada beberapa hal yang membuat kami bersyukur kepada Tuhan:

  1. Pembangunan asrama putra 4 lantai dan aula serba guna 2 lantai sudah hampir rampung, memang agak terlambat dari segi waktu penyelesaian tetapi pada akhirnya akan bisa diselesaikan. Kita masih berdoa untuk semua perabotan baru yang akan dimasukkan seperti tempat tidur, lemari, kursi, meja makan, dan semua perlengkapan dapur untuk asrama, serta perbaikan total lapangan basket mahasiswa.
  2. Dari segi sumber daya manusia, kita telah memiliki cukup banyak Doktor dan sedang mempersiapkan SDM yang berkelanjutan. Ada dosen-dosen yang sudah memasuki masa purnabakti, namun masih diberikan kesempatan untuk mengajar mengingat kesehatan yang baik dan pengalaman yang berharga yang mereka miliki. STT Jaffray juga memiliki 4 orang asesor yang diangkat oleh BAN-PT sehingga masalah mutu pendidikan STTJ tidak dapat diragukan lagi.
  3. Program pendidikan juga berjalan dengan baik, bahkan tahun ini sudah ada 9 mahasiswa S3 yang mengikuti kuliah. Secara keseluruhan ada 550-an orang mahasiswa yang saat ini dibentuk dari program S1 sampai S3. Mahasiswa ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dan juga Malaysia. Ada 43 perwakilan denominasi gereja yang menjadi mahasiswa di kampus STT Jaffray.
  4. Berbagai kerjasama antar lembaga dan gereja berjalan dengan baik sehingga STTJ mendapatkan dukungan finansial dan juga berbagai fasilitas lainnya sehingga program pendidikan dapat dioptimalkan walaupun uang sekolah yang diterapkan sangat minim untuk ukuran pendidikan tinggi. Kerjasama lainnya berupa datangnya dosen tamu dari Amerika Serikat dan Inggris.
  5. Tahun ini kami kedatangan Dr. Joe Barth yang mengajar tentang Teologi Penyembahan dan Dr. Gareth Crossley yang mengajar Teologi Perjanjian Lama. Dalam tahun-tahun ke depan kita akan mendatangkan juga beberapa dosen tamu yang berkualitas.
  6. Kami juga bersyukur dengan pembinaan mahasiswa yang semakin baik di mana kami mulai mengadopsi program Young Life untuk dilaksanakan di kampus STT Jaffray. Kami merasa bahwa dengan semakin muda mahasiswa datang semakin mereka memerlukan layanan khusus.

 

Di atas rasa syukur itu, tentu ada juga beberapa peristiwa yang terjadi. Hamba-Nya, Pdt. Dr. Peter Anggu yang adalah mantan Ketua STTJ dan juga dosen senior kita telah dipanggil Tuhan pada tanggal 6 bulan Juli lalu. Kita kehilangan tokoh yang berjasa mengembangkan sekolah ini. Kemudian ada beberapa dosen yang sakit bahkan harus cuti karena pemulihan kesehatan. Kami sungguh memerlukan doa kita semua dan hikmat dari Tuhan dalam mengembangkan dosen baru yang melanjutkan pelayanan ini.

Pada kesempatan ini juga kita bersyukur mendapat dukungan dari MERF yaitu lembaga pelayanan misi yang berdomisili di Siprus. Saya mendapatkan kesempatan menghadiri Annual Council mereka awal bulan November lalu di Siprus. Sungguh suatu kehormatan mendapatkan banyak kesaksian pelayanan yang terjadi di Timur Tengah. Pada kunjungan itu juga saya sempat mengunjungi tempat-tempat ziarah yang mana merupakan napak tilas perjalanan Paulus dan rekan-rekannya di dalam surat Kisah Para Rasul. Suatu keharuan melihat jejak pelayanan seorang rasul besar yang di dalam keterbatasan fasilitas dapat memengaruhi dunia. Semua itu karena Yesus. Bila bulan Februari 2013 lalu, saya dan istri memimpin rombongan melakukan ziarah ke Israel di mana kami mendapatkan banyak berkat rohani, maka perjalanan ke Siprus pun sungguh sebuah pengalaman rohani yang baik buat seorang hamba Tuhan.

Di dalam memasuki tahun 2014, tentu kami percaya Tuhan menyertai kampus STT Jaffray. Kami berharap ada beberapa program yang kami akan kerjakan di mana kami akan meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan pascasarjana lewat mutu program dan juga penyediaan sarana dan prasarana.

Pada kesempatan ini juga kami atas nama seluruh keluarga besar STT Jaffray mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2014. Kami berdoa, sebagaimana teman Natal nasional tahun ini yaitu “Datanglah, ya, Raja Damai”, maka kami berharap kiranya damai sejahtera Tuhan mendamaikan kita semua dengan DIA, sesama dan ciptaan yaitu lingkungan hidup yang ada di sekitar kita. Tuhan memberkati.

 

 

 

Page 7 of 10

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
  

Alamat Sekolah

Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray Makassar
Jl. G. Merapi 103 Makassar, 90114
Sulawesi Selatan, Indonesia
Email: sttjaffray@yahoo.com
Telp. 0411-3624129
Fax. 0411-3629549

Kontak Pascasarjana:
Email: pascasarjana.sttj@ymail.com
Telp/Fax. 0411-3619757

Copyright © 2012 Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. All Rights Reserved