# # # # # # # # # # # # #

New Books Release

sistem_teologi Cover_Buku_Peniel belajar
Rp 60.000,- Rp 40.000,- Rp 65.000,-
gereja Toraja Cover_Pengantar_Konseling
Rp 55.000,- Rp 40.000,- Rp 45.000,-

dr_daniel_ronda

Andrew_Brake_Books PW1
Rp 40.000,- Rp 100.000,-

Rp 40.000,-
Selamat Datang di Website Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar

Dari Meja Ketua

Sambutan Ketua STT Jaffray

Dari Meja Ketua Bulan Juni 2014

          Kami sungguh bersyukur kepada Tuhan karena oleh anugerah-Nya maka tahun 2014 ini sudah dapat dilalui sampai bulan Juni. Ini adalah semester kedua untuk tahun ajaran 2013/2014 yang dapat kami lalui dengan pertolongan Tuhan. Ada beberapa pujian dan kesyukuran yang kami akan sampaikan dalam perkembangan STT Jaffray Makassar:

  1. Bahwa Prodi Pendidikan Agama Kristen (PAK) akan mendapat kunjungan dari Asesor BAN PT untuk diakreditasi. Ini untuk pertama kalinya Prodi PAK mendapatkan akreditasi. Sedangkan Prodi Teologi sudah sejak 1999 diakreditasi dan kami menunggu juga perpanjangannya, termasuk program S2 Teologi.
  2. Pembangunan kampus asrama putra dan gedung serbaguna STT Jaffray telah rampung dan akan diresmikan tanggal 12 September. Walaupun demikian asrama putra telah ditempati. Anggaran biaya sebesar 2,7 Milyar telah terpenuhi. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur dan gereja yang mendukung. Kami berterima kasih kepada Bapak Samuel Suwandi dan Ir. Yohanes Yo yang mengerjakan proyek iman ini tanpa keuntungan sama sekali, bahkan memberikan sumbangan untuk pembangunan ini. Juga kami berterima kasih kepada Pdt. Dr. Jusuf Pangestu dan sahabat Tuhan di GKY Jakarta yang telah banyak mendukung pelayanan ini. Ada juga Bapak Tekardjo dari Medan yang memberikan dukungan yang berharga. Tentu kami berterima kasih kepada panitia yang dipimpin Bapak Ir. Samuel Arnold Saputra yang telah membantu pembangunan ini terwujud, di mana beliau bukan hanya melibatkan diri secara kepanitiaan, namun memberikan kontribusi dukungan finansial yang besar. Kami berterima kasih kepada pihak yayasan yang dipimpin Ibu Merry Tjandra, M.Si dan sekretaris dr. Simon Tarigan, M.Th atas dukungan yang sepenuh hati. Tentu pembangunan ini masih menyisakan kebutuhan untuk pengisian peralatan dan sarana di dalamnya. Mohon dukungan para sahabat.
  3. Kami dalam memulai tahun ajaran 2013/2014 kehilangan dua dosen senior yaitu Pdt. Dr. Peter Anggu dan Pdt. I Ketut Enoh, M.Th. Kami berterima kasih atas pengabdian mereka, dan untuk ke depan sesuai Renstra STT Jaffray maka kami akan merekrut dosen muda masuk ke STT Jaffray. Alasan perekrutan dosen muda karena persyaratan untuk menjadi dosen semakin berat, di mana bukan hanya ijazah yang diakui namun harus memproses kepangkatan akademik. Setiap dosen yang masuk harus mempunyai komitmen untuk melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi di mana diberikan tugas mengajar, melakukan penelitian, dan tugas pengabdian kepada masyarakat (gereja) yang dibuat dalam bentuk laporan berkala. Bila dosen tidak melakukan penelitian misalnya, maka dipastikan bahwa akreditasi sekolah akan rendah. Belum lagi para dosen harus memiliki kepangkatan akademik dan sertifikasi dosen. Ini membuat tidak mungkin lagi lembaga STT Jaffray menerima dosen-dosen senior yang sudah tua, apalagi belum memiliki NIDN dan kepangkatan akademik yang terbaru. Maka kami mohon doa supaya para dosen muda yang akan kami rekrut memiliki hati melayani dan panggilan dalam membentuk generasi baru dalam pelayanan Tuhan.
  4. Kami juga menyampaikan bahwa Jurnal Jaffray sudah masuk dalam proses Akreditasi. Bila selama ini hanya mendapatkan ISSN dari LIPI, maka tahun ini kami telah dipanggil pihak Kemendikbud untuk dibina dalam proses akreditasi jurnal. Akreditasi ini penting mengingat bahwa hasil penelitian dan tulisan para dosen dan rekan sejawat dosen dari berbagai PT akan mendapatkan pengakuan yang lebih dari segi penilaian. Itu sebabnya kami mohon dukungan agar Jurnal Jaffray dapat diakreditasi. Jurnal Jaffray sudah dapat diunduh di sttjaffray.ac.id. Anda dapat klik di kanan atas “Fasilitas Layanan” lalu klik “Jurnal Jaffray”.

Itu hal-hal besar yang kami sampaikan untuk menjadi bahan doa selalu. Kami berharap bahwa di masa yang akan datang kami dapat melayani mahasiswa lebih baik lagi dan kami akan menghasilkan pelayan-pelayan unggulan dan berjiwa pengabdi untuk kejayaan nama Tuhan.

          Kami juga berharap layanan situs kami sttjaffray.ac.id dapat terus diikuti sehingga kita semua dapat terus mendukung dalam doa dan hal yang lainnya. Selamat berlibur dan memasuki situasi politik yang baik di mana tanggal 9 Juli kita akan memilih presiden dan wakil presiden. Kita mendoakan untuk keamanan bangsa dan negara yang kita cintai.

Daniel Ronda

 

Bingung Memilih Sekolah Teologi? Ini Tipsnya

Saat ini banyak pemuda yang baru menyelesaikan SMA siap masuk ke ladang Tuhan, tetapi mungkin bingung karena banyaknya sekolah teologi yang ada di Indonesia. Tidak heran banyak mahasiswa di kemudian hari, ada yang menyesal dan kecewa karena sekolah yang dimasukinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bagaimana sebenarnya tips memilih sekolah teologi yang tepat?

1. Pertama-tama konfirmasi panggilan Tuhan yang ada pada dirimu kepada gembala, pembina rohani Anda. Jangan datang ke sekolah teologi tanpa kerinduan dan beban di hati untuk melayani sebagai respons panggilan Tuhan itu. Sekolah teologi bukan pelarian karena tidak lulus dari PTN atau karena permasalahan pribadi yang belum diselesaikan.

2. Pilih sekolah teologi yang sudah resmi izinnya dan memiliki akreditasi. Jangan tergoda masuk sekolah teologi karena diimingi gratis, cepat selesai kuliah, atau hanya kuliah sebentar lalu mendapat gelar. Anda akan menyesal karena mutunya tidak dapat dipertanggungjawabkan dan ijazah Anda menjadi ijazah yang ilegal.

3. Perhatikan juga reputasi sekolah dalam memilih sekolah teologi: apakah fasilitasnya memadai, ada sarana dan prasarana yang baik, ada perpustakaan, ada pembinaan rohani serta disiplin, dan memiliki sistem pendidikan yang bagus, ada dosen yang cukup? Banyak sekolah teologi yang memberi gelar S1 ternyata levelnya hanya kursus Alkitab.

4. Dalam memilih sekolah teologi pertimbangkan juga bagaimana setelah Anda lulus? Apakah alumni dari sekolah ini memiliki reputasi dan diterima di gereja-gereja secara umum dan memiliki kesempatan pelayanan yang luas? Jangan sampai setelah Anda tamat ternyata ijazah Anda tidak laku di gereja maupun lembaga.

Akhirnya jangan malu bertanya dan mendapatkan informasi yang seluas-luasnya tentang sekolah teologi yang ingin Anda masuki. Bisa ditanya kepada alumni-alumni sekolah teologi yang Anda pertimbanghkan untuk dimasuki, minta nasehatnya. Periksa juga apakah sekolah teologi itu punya informasi yang bisa diakses lewat internet? Dapatkan informasi yang memadai lalu doakan. Setelah itu mulai dengan langkah-langkah pendaftaran di sekolah teologi yang Anda sudah bulatkan untuk masuk. Tuhan memanggilmu...

Penulis adalah Ketua STT Jaffray. Silahkan menghubungi kami di bawah ini

STT Jaffray Jalan Gunung Merapi No. 103 Makassar Telp. (0411) 3624129

Email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it


 

Sekolah Teologi vs Kursus Alkitab

       Sekolah Teologi vs Kursus Alkitab (Pengalaman Penulis sebagai Asesor)*

                                        

    Sudah bukan rahasia lagi begitu banyaknya sekolah tinggi teologi di Indonesia. Sebenarnya tidak masalah ada banyak STT sepanjang memenuhi syarat sebuah perguruan tinggi. Sayangnya pendirian sekolah ini lebih kelihatan seperti sebuah kursus daripada sebuah STT. Berdasarkan pengalaman memeriksa berkas asesmen kecukupan dan peninjauan lapangan ada beberapa masalah yang ditemukan:

1. Visi dan misi sekolah tidak tampak dihidupi sebagai bagian vital dari pendidikan teologi. Memang ada visi dan misi serta tujuan dan sasaran dilaporkan, tetapi lebih kepada slogan. Yang ditulis dalam laporan berbeda dengan yang ditemukan di lapangan.

2. Kepemimpinan dan tenaga dosen yang tidak memenuhi syarat. Banyak sekolah teologi yang punya dosen penuh waktu kurang dari persyaratan yaitu 6 orang dalam sebuah prodi. Kebanyakan dosen itu adalah pinjaman, di mana mereka sudah punya pelayanan di tempat lain sebagai gembala misalnya. Ini tampak waktu dikunjungi dan bercakap-cakap di mana tanpa sadar sang dosen mengaku bahwa dia adalah gembala gereja. Jadi yang benar-benar sebagai full timer di kampus mungkin tidak lebih dari tiga orang, di mana sekolah itu bisa sampai punya 2 prodi.

3. Karena para dosen sebagian besar bukan berstatus full time, maka tentu tidak mengurus proses kepangkatan akademik sebagai syarat utama seorang dosen, tidak melakukan penelitian dan hanya ada bidang pengabdian masyarakat. Sungguh memprihatinkan di mana dosen-dosen tidak punya penelitian dan sekolah tidak merasa penting ada penelitian, Ini sungguh menyedihkan.

4. Sarana dan prasarana juga seringkali minim, sekalipun mungkin gereja penyelenggara STT memiliki gedung mewah. Tidak ada perpustakaan yang memadai. Kalaupun ada perpustakaan, kebanyakan sumbangan dari kementerian agama. Tidak ada jurnal dan hasil-hasil karya ilmiah lainnya. Ini patut disesalkan karena perguruan tinggi sepatutnya memiliki perpustakaan yang baik dan sudah memiliki jaringan perpustakaan online yang baik.

5. Jumlah mahasiswa sangat minim. Sungguh mengherankan bahwa jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun dalam STT seringkali minim, bahkan ada yang jumlah total mahasiswanya tidak lebih dari 20-an. Bagaimana bisa menjalankan sebuah perguruan tinggi di mana di tiap angkatannya rata-rata hanya 4-5 orang mahasiswa baru?

6. Masih banyak lagi permasalahan di sekitar administrasi pendidikan yang lemah, di mana sistem pengolahan data dan pelaporan data mahasiswa tidak terlalu jelas. Tenaga administrasi yang ada hanyalah seorang sekretaris dari Ketua STT. Tidak mengherankan transkrip nilai susah ditemukan dan arsip mahasiswa sungguh amburadul. Belum lagi tenaga pustakawan hanyalah seorang mahasiswa yang senior yang belum tamat dan tidak mengerti soal perpustakaan.

 

Memang akhirnya banyak sekolah teologi yang ada ini tidak lebih dari sebuah kursus Alkitab di mana pengelolaannya tidak memenuhi standar sebuah perguruan tinggi. Tidak ada yang salah dengan kursus Alkitab, karena gereja masih membutuhkannya. Namun ketika tiba pada pemberian gelar sarjana, maka pihak pengelola bertanggung jawab membuat sebuah perguruan tinggi teologi yang memenuhi standar minimal. Hendaknya pihak Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI sebagai pemberi izin juga memakai standar dasar penilaian dari BAN PT dalam mengeluarkan izin dan menerapkannya secara konsisten. Mengeluarkan izin tanpa memiliki kriteria standar dasar pendirian teologi ikut menciptakan masalah yaitu rendahnya mutu pendidikan teologi yang pada gilirannya akan mengecewakan pihak gereja sebagai pemakai tamatan sekolah teologi. Perlu ada pembinaan dan pengawasan berkala bagi sekolah teologi yang sudah mendapatkan izin, di mana mereka perlu melaporkan kegiatan mereka tiap 6 bulan. Tanpa itu kita ikut menjerumuskan pendidikan teologi di Indonesia yang memiliki kualitas hanya sebatas kursus, namun memberi gelar yang mentereng. Sebuah ironi yang harus kita selesaikan bersama.

 

* Refleksi dan masukan penulis sebagai asesor BAN PT.

 

 

Pesan Menghadapi Pemilu 2014

Pesan Menghadapi Pemilu 2014

Tak terasa tanggal 9 April 2014 sudah dekat di mana calon legislatif akan kita pilih bersama-sama. Bagaimana sikap umat Kristen dan para pemimpin gereja menyikapi hal ini?

1. Mari kita mengadakan doa bersama untuk keamanan dan keselamatan bangsa, secara khusus proses pemilihan calon legislatif ini baik pada masa kampanye, pencoblosan, penghitungan suara sampai kepada pengumuman hasil pemenang.

2. Para pemimpin gereja menjadi teladan dalam ikut serta memilih dan memberikan himbauan untuk tidak golput. Golput menyisakan masalah yaitu diambilnya suara yang seharusnya mewakili kepentingan kita.

3. Mendorong umat agar memilih calon yang takut akan Tuhan, memiliki integritas terutama tidak akan korupsi dan berjiwa pluralis sosial yang tidak membedakan golongan.

4. Melakukan kajian strategis di kalangan pemimpin gereja agar benar-benar ada keterwakilan umat Kristiani di parlemen. Di sini gereja mendorong maju yang berpotensi dan meminta mundur kepada yang hanya asal-asalan dan ingin jabatan. Mereka ini tidak usah mencalonkan diri. Sebenarnya mereka hanya perlu modal 2 M yaitu melayani dan mengasihi!

5. Mengundang semua caleg dari partai manapun tanpa membedakan untuk memberikan kesempatan untuk mempresentasekan diri dan kemudian memberikan pesan untuk mewakili umat serta akhirnya mendoakan mereka.

6. Gereja menghindari praktik minta sumbangan dari para caleg sehingga tidak membebankan mereka di kemudian hari di mana akhirnya mereka melakukan praktik korupsi karena masyarakat terlalu banyak minta sumbangan. Kenyataannya yang mereka ambil adalah uang yang bukan haknya.

7. Bila terpilih, maka gereja wajib mengingatkan mereka untuk melayani masyarakat dan umat yang diwakilinya. Jangan membebankan mereka dengan banyak sumbangan yang tidak realistis. Gereja harus tulus mendukung wakil rakyat yang menyuarakan kenabian dan bukan memeras uang mereka. Tapi wakil rakyat harus menggunakan aspirasinya untuk rakyat yang telah memilihnya.

8. Bagi yang tidak terpilih agar tidak kecewa dan jangan berhenti berbuat baik berjuang untuk rakyat sekalipun tidak terpilih. Karena perjalanan masih panjang, menanam kebaikan membutuhkan waktu panjang. Terus mengabdi dan berjuang memperbaiki nasib rakyat walaupun di luar parlemen. Tuhan akan menuntun suatu ketika ke parlemen bagi yang setia.

 

            Selamat memilih dan berjuang. Mari wujudkan peran gereja yang positif bagi bangsa dan negara ini. Umat Kristen adalah bagian dari bangsa ini dan bukan tamu di negerinya sendiri. Let's vote!

 


 

Page 6 of 10

<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
  

Alamat Sekolah
Jl. G. Merapi 103 Makassar, 90114
Sulawesi Selatan, Indonesia
Email: sttjaffray@yahoo.com
Telp. 0411-3624129
Fax. 0411-3629549

Kontak Pascasarjana:
Email: pascasarjana.sttj@ymail.com
Telp/Fax. 0411-3619757

Copyright © 2012 Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. All Rights Reserved