# # # # # # # # # # # # #

New Books Release

sistem_teologi Cover_Buku_Peniel belajar
Rp 60.000,- Rp 40.000,- Rp 65.000,-
gereja Toraja Cover_Pengantar_Konseling
Rp 55.000,- Rp 40.000,- Rp 45.000,-

dr_daniel_ronda

Andrew_Brake_Books PW1
Rp 40.000,- Rp 100.000,-

Rp 40.000,-
Selamat Datang di Website Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar

Seminar Internasional Sola Scriptura 2015

“Mukjizat itu nyata”, demikian yang kerap diungkapkan di berbagai kalangan umat Kristiani di tanah air. Di balik ungkapan ini ada penegasan akan kuasa Ilahi yang masih tetap bekerja mendatangkan mukjizat hingga masa kini. Bila penyakit sudah dinyatakan “tak tersembuhkan lagi”, apalagi bila segala upaya medis termuktahir telah dijalani, tidak jarang jalan terakhir yang masih diharapkan orang percaya atau “setengah” percaya kepada Tuhan adalah mengharapkan mukjizat-Nya, manifestasi kuasa-Nya yang melampaui pemahaman naturalistik.

Ada dua sikap ekstrim terhadap mukjizat, entah menerimanya begitu saja tanpa pernah benar-benar menguji kebenarannya, atau menolaknya mentah-mentah karena terkesan irasional. Yang pertama masih sering ditemukan dalam kehidupan masyarakat kita yang mudah percaya pada kekuatan supranatural. Itu sebabnya banyak orang yang cepat tertarik pada berbagai penyembuhan Ilahi. Namun, sikap sebaliknya justru menandai dunia modern yang mengunggulkan rasio dan memuja sains. Segala sesuatu yang beraroma supranatural, apalagi bila dikaitkan dengan kuasa Tuhan, langsung dipertanyakan dan diragukan.

Sikap skeptis ini sudah lama berkembang dan masih sering dijadikan argumen untuk menolak mukjizat yang disaksikan dalam Alkitab. Salah seorang pemikir yang mempopulerkan pandangan anti-supranaturalis adalah David Hume (1711-1776). Pengalaman yang nyaris universal, tegas Hume, justru mendiskreditkan realitas mukjizat. Sepanjang sejarah belum terbukti bahwa orang yang menyaksikan mukjizat tidak menipu, tertipu atau menipu diri sendiri. Lagi pula, rasa takjub akan “misteri” mengkondisikan orang untuk percaya akan gejala-gejala yang sulit diterangkan dengan cara yang masuk akal. Hume berpendapat, hanya bangsa primitif yang kurang beradab dapat meyakini mukjizat.

Di antara pendirian-pendirian yang serba ekstrim itu, tentu saja, persoalan dasarnya terletak pada verifikasi terhadap gejala yang ditengarai sebagai intervensi Ilahi. Seberapa nyata hal-hal yang diklaim sebagai mukjizat? Bagaimana kesaksian-kesaksian tentang mukjizat dapat diverifikasi? Apakah mukjizat-mukjizat, termasuk berbagai penyembuhan yang dikisahkan dalam Alkitab sebenarnya cuma gejala psikologis atau psikosomatis? Sejauhmana kesaksian para saksi mata tentang mukjizat yang dituturkan dalam Alkitab dapat diverifikasi dengan metodologi ilmu sejarah yang absah?

Seminar Sola Scriptura 2015 akan mengangkat tema yang selalu menarik minat publik ini dengan meneropong terutama mukjizat penyembuhan yang banyak disaksikan dalam kitab-kitab Injil, seperti yang dilakukan oleh Yesus dari Nazaret. Prof. Craig Keener, pakar Perjanjian Baru terkemuka dari Amerika Serikat akan menanggapi dan menguraikan topik ini dari sudut pandang historiografi dan memperhadapkannya dengan klaim-klaim “serupa tapi tak sama” di lingkungan Romawi-Helenistik dan lingkungan Yahudi. Namun, selain memanfaatkan ilmu sejarah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Keener menghimpun berbagai kesaksian tentang mukjizat kesembuhan dari berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Dengan melemparkan jaring lintas-etnis dan lintas-budaya seluas mungkin, ia membuka ruang dialog bagi gejala mukjizat yang selama ini terpasung oleh asumsi-asumsi serba skeptis di dunia yang secara numerik sebenarnya “minoritas”.

Prof. Craig Keener adalah mahaguru studi Perjanjian Baru di Asbury Theological Seminary, Wilmore, Kentucky, Amerika Serikat. Gelar Ph.D. dalam studi Perjanjian Baru diraihnya dari Duke University. Salah satu karya besarnya adalah studi setebal hampir 1200 halaman yang diterbitkan dalam dua jilid mengenai mukjizat dalam Perjanjian Baru (Miracles: The Credibility of the New Testament  Accounts; Baker, 2011). Karya terkininya yang dapat disebut sebagai magnum opusnya adalah tafsiran Kisah Para Rasul yang luar biasa substansial dalam empat jilid (Acts: An Exegetical Commentary; Baker: 2011-2014).

Hadirilah sebuah acara besar yang akan di gelar di Makassar, tepatnya di kampus STT Jaffray Makassar.

SEMINAR AKADEMIS

Tema                :    Miracles: The Credibility of The New Testament Accounts

Hari/Tanggal     :    Selasa-Rabu/31 Maret & 1 April 2015

Waktu               :    Pk 09.00 – 17.00 Wita

Tempat            :   Aula STT Jaffray

                               Jl. G. Merapi No. 103 Makassar

Kontribusi untuk Seminar Akademis adalah Rp 50.000,- (hamba Tuhan, pelayan Tuhan, guru, dosen), khusus mahasiswa, pelajar Rp 30.000 dan Seminar Publik Rp 30.000 (untuk semua). Hubungi untuk pemesanan tiket hubungi: Hengki Wijaya (085298038071)

 SEMINAR PUBLIK

Tema                :    MUKJIZAT SUNGGUH NYATA? Antara Keyakinan, Keraguan dan Kebenaran Sejarah

Hari/Tanggal     :    Kamis/02 April 2015

Waktu               :    Pk 17.00–21.00 WITA

Tempat            :    Aula STT Jaffray

                                                               Jl. G. Merapi No. 103, Makassar




Kontribusi untuk

  

Alamat Sekolah

Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jaffray Makassar
Jl. G. Merapi 103 Makassar, 90114
Sulawesi Selatan, Indonesia
Email: sttjaffray@yahoo.com
Telp. 0411-3624129
Fax. 0411-3629549

Kontak Pascasarjana:
Email: pascasarjana.sttj@ymail.com
Telp/Fax. 0411-3619757

Copyright © 2012 Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. All Rights Reserved